Skip to content


back again

Sudah cukup lama meninggalkan dunia blogging kurang lebih 2 bulan dan kini mencoba kembali untuk menulis. meskipun tulisan tulisannya tidak cukup berat tapi semoga masih bisa tetap meramaikan dunia blogger di Indonesia.

Setidaknya karena berbagai kesibukan terkait tugas-tugas kapal, pembangunan toko, hingga mengurus tugas akhir dan gambar denah kamar mesin membuat saya tidak bisa berlama-lama untuk mengunjungi warnet ataupun online santai dibeberapa titik hotspot di Surabaya. Kini setelah lama tidak menulis, saya lebih ingin menggunakan blog ini sebagai tempat sampah saya untuk membuah segala rasa sumpek dan segala keresahan. saya nggak tahu kenapa acapkali sering dihantui rasa resah dan khawatir akan masa depan. ketidakpastian selalu membuat resah, tapi mengapa harus khawatir ? kini tiap kali khawatir dan berbagai macam pikiran buruk datang hanya bisa kuredam dengan mengingatnya. semoga ia selalu ada untukku dan mengobati segala resah gelisahku. Continued…

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • Technorati
  • Twitter

Posted in mind.


Era Kerjasama

Dunia semakin membuka diri dari dekade menuju dekade berikutnya. Pekerjaan semakin sulit untuk bisa mencapai top level. Dalam semua bidang dibutuhkan sebuah keterampilan dan pengalaman untuk mengapai tiap step yang dibutuhkan. Tidak hanya dengan berleha-leha dan bersenang-senang semata seperti jaman masih kanak-kanak. Semua membutuhkan analisis dan keberanian menanggung resiko akan keputusan yang dibuat. Kini 2010 di buka dengan digulirkannya CAFTA, secara tidak langsung mau tidak mau Indonesia harus berjuang lebih keras disbanding sebelumnya. Jepang sebuah negara yang diibaratkan lahir bersama kemerdekaan Indonesia setelah mendapat serangan bom atom telah melejit pesat meninggalkan Indonesia. Jam kerja normal ukuran masyarakat Indonesia sepanjang 8 jam/hari dengan hanya waktu efektif kerja sekitar 6 jam/hari (menurut pengalaman di lapangan) jika dibandingkan dengan Jepang yang memiliki jam kerja 12 jam/hari sungguh berbeda. Kalikan saja selisih 4 jam kerja selama 65 tahun Indonesia merdeka.

Kini persaingan terbuka secara lebar, begitu pula dengan kerjasama secara terbuka diberlakukan. Hal-hal tersebut membutuhkan komitmen dan tanggun jawab dalam memikul sebuah kerjasama. Kini siapkah Indonesia menghadapinya ? pertanyaan ini muncul diberbagai kalangan tak henti-hentinya sepanjang januari 2010 hingga saat ini. Satu-satunya cara untuk mengembangkan kehidupan Indonesia agar lebih maju adalah dengan mengontrol tingkat konsumtif masyarakat dan mengembangkan jiwa entrepreneurship dan tak lupa semakin mendekatkan diri pada yang kuasa.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • Technorati
  • Twitter

Posted in mind.


kacau dalam kapal

Ah,… pikiran lagi suntuk memikirkan banyak hal. Satu demi satu urusan bermunculan tanpa ada planning untuk menyelesaikan hal-hal tersebut. Tidak bisa menghindar hingga harus mau tidak mau dihadapi dan diselesaikan. Sekarang seperti diburu tak ada waktu. Setiap detik begitu mencekam, hari berganti semakin cepat tak peduli pada detak jarum jam. Semua berputar pada porosnya dengan begitu cepat tanpa memperdulikan aku. Continued…

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • Technorati
  • Twitter

Posted in mind.


Duka Tahun Baru

Dunia telah bersorak, ramai gemuruh membubung angkasa dengan berjuta warna. Langit gelap berhias kembang api nan gemerlap, namun aku masih berada dalam mobil. Masih memikirkan berbagai perenungan, sibuk dengan pikiranku sendiri. Sesekali ku geser pantat dari jok mobil, ku ucek mata hilangkan kantuk. Pandanganku kini hanya tertuju ke depan, menusuri tiap marka jalan hingga puluhan kilometer. Jam sudah menunjukkan angka 00.10 wib, tepat kini bumi bertambah usia setahun. Aku sudah setengah perjalanan menuju makam KH. Abdurrahman Wahid yang baru saja disemayamkan, hatiku berduka bersama semua orang yang merasa kehilangan sosok Gus Dur. Continued…

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • Technorati
  • Twitter

Posted in mind.